Sabtu, Mei 10

Tehnik Foto Potret

Untuk membuat foto berupa potret membutuhkan perencanaan yang baik. Kualitas foto bukan sekadar hasil jepretan kamera saja, namun dapat menampilkan makna dari kepribadian dan ekspresi orang yang ada dalam foto tersebut. Yang perlu diperhatikan tidak hanya subyek foto tersebut, namun juga pencahayaan, latar belakang, set, lokasi, pose, ekspresi muka dan warna. Meski mungkin Anda tidak mampu mengambil foto potret seindah fotografer profesional, namun dengan mempelajari beberapa teknik dasarnya, Anda bisa membuat foto potret sendiri.

Berikut ini beberapa tips dan saran untuk membuat foto potret yang baik.

  • Bagaimana cara membuat seseorang tersenyum di depan kamera?

    Pastikan subyek yang Anda foto dalam kondisi atau mood yang baik untuk difoto. Misalnya Anda ingin membuat foto seorang anak kecil, maka pastikan bahwa ia tidak dalam kondisi lelah atau lapar. Juga pastikan subyek yang Anda foto tidak dalam kondisi lelah karena dapat membuat wajah dan matanya menjadi lebih tegang. Anda dapat memberikan sedikit waktu untuk beristirahat atau menikmati makanan ringan sebelum sesi pemotretan dimulai. Dengan memberi waktu jedah istirahat sambil menikmati cemilan, Anda akan membangun interaksi yang baik dengan subyek foto Anda. Bersikap ramah dan berbicaralah dengannya yang akan membantunya lebih rileks.

    Namun jangan membuat situasi menjadi lucu hingga subyek tersebut tertawa terbahak-bahak. Karena hal ini dapat membuat matanya menjadi juling dan membuat aliran darah di wajah lebih banyak. Cobalah mengambil gambar dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Semakin banyak foto yang Anda buat, semakin banyak kesempatan memperoleh foto terbaik yang menampilkan karakter orang tersebut.

  • Bagaimana penanganan orang yang menggunakan kacamata?

    Kacamata dapat menimbulkan pantulan cahaya dan membuat silau. Karena itu Anda dapat melihatnya dari viewfinder atau layar LCD kamera Anda, apakah ada pantulan cahaya yang mengganggu. Jika ternyata ada pantulan cahaya di kacamata subyek yang Anda foto, Anda dapat memintanya untuk menggerakkan kepalanya secara perlahan hingga pantulan cahaya tersebut hilang dari titik tengah matanya. Anda juga dapat memintanya sedikit menundukkan kepalanya, namun berhati-hatilah agar tidak terjadi lipatan pada dagunya jika terlalu menunduk.

  • Bagaimana dengan pakaian dan penampilan?

    Jika Anda akan mengambil foto sekelompok orang, perhatikan juga warna pakaian. Gunakan warna yang enak dipandang. Atau Anda dapat juga meminta mereka menggunakan warna yang sama.

    Jika Anda akan mengambil foto seseorang, warna pakaian juga perlu diperhatikan. Jika Anda ingin memfoto seseorang berbadan besar, maka sebaiknya ia menggunakan pakaian berwarna gelap. Sebaliknya jika subyek Anda berbadan kurus atau kecil, maka mintalah ia menggunakan pakaian berwarna terang.

    Lalu pastikan pakaian tidak kusut saat difoto. Jika orang tersebut menggunakan dasi, perhatikan apakah dasinya sudah lurus dan rapi. Lalu pastikan rambutnya telah rapi. Mata Anda mungkin tidak mampu memperhatikan ada helai rambut yang keluar dan mengganggu, namun lensa kamera akan menangkapnya dengan jelas. Lalu jika Anda akan mengambil gambar seorang wanita, Anda dapat memperhatikan make up yang digunakan telah sesuai.

  • Apa yang perlu diperhatikan saat foto outdoor atau di luar ruangan?

    Saat mengambil foto di luar ruangan, perhatikan situasi yang menjadi latar belakang foto tersebut. Pilihlah pohon, bunga, pagar kayu, atau tembok rumah sebagai latar belakang. Jangan mengambil foto dengan latar kegiatan yang sibuk seperti jalan raya, kabel listrik, atau daerah bisnis dan sibuk. Hal ini dapat mengurangi keindahan hasil foto Anda. Ingatlah subyek Anda dalam foto potret adalah orang yang akan Anda foto saja dan bukan latar belakangnya.

  • Apa yang perlu diperhatikan saat foto indoor atau di dalam ruangan?

    Jika Anda mengambil foto di dalam ruangan, Anda bisa mempersilahkan subyek yang Anda foto untuk duduk di kursi atau sofa yang diletakkan di depan sebuah tembok berwarna cerah atau di dekat tanaman indoor

    Anda juga dapat mengatur agar latar belakang foto tersebut menggambarkan pekerjaan dan kegiatan favorit dari subyek yang Anda foto. Misalnya Anda dapat meletakkan meja atau alat jahit sebagai latar belakang.

  • Lensa apa yang cocok untuk foto potret?

    Anda dapat menggunakan lensa antara 105 sampai 150 mm untuk mengambil foto potret. Jika Anda tidak dapat mengganti atau mengatur lensa kamera Anda, misalnya kamera saku (pocket camera), Anda dapat mengatur jarak antara Anda dan subyek yang difoto. Cobalah mendekati atau menjauh dari subyek hingga Anda mendapatkan posisi foto yang paling tepat.

  • Bagaimana komposisi foto yang tepat?

    Anda dapat menyisakan sedikit jarak dari subyek yang Anda foto ke sisi foto tersebut. Jarak ini berguna jika Anda akan membuat bingkai untuk foto tersebut sehingga tidak akan memotong bagian tubuh subyek yang Anda foto.

    Lalu posisikan wajah atau mata dari subyek foto Anda pada area kira-kira sepertiga bagian atas atau samping atau bawah foto Anda. Dalam ilmu fotografi, teknik ini dikenal dengan nama rule of thirds. Anda juga dapat menjadikan mata dari subyek foto di bagian tengah foto Anda.

  • Bagaimana dengan posisi dan sikap dari subyek foto?

    Pastikan subyek yang Anda foto dalam posisi rileks, baik saat berdiri, duduk, atau berbaring. Jika wajahnya terlalu bulat, mintalah subyek foto Anda untuk sedikit memutar kepala atau badannya sehingga hanya sebagian dari wajahnya terkena pencahayaan. Hal ini akan membuat wajahnya lebih ramping.

    Perhatikan posisi tubuh yang lain, seperti tangan dan kaki. Pastikan posisi tubuh dalam posisi alami atau natural. Cobalah agar subyek yang Anda foto memegang sesuatu atau melakukan pose yang alamiah. Jangan biarkan kedua tangan lurus ke bawah di samping tubuh. Hal ini sering dilakukan fotografer pemula namun akan membuat subyek terlihat kaku dalam foto.

  • Bagaimana cara mengambil gambar subyek pasangan?

    Mintalah mereka untuk sedikit memiringkan kepala satu sama lain. Hal ini untuk menghindari kepala mereka sama tinggi. Cobalah menempatkan tinggi hidung salah satu orang pada ketinggian mata orang lainnya.

  • Bagaimana dengan pencahayaan?

    Jika Anda mengambil foto di luar ruangan (outdoor), saat terbaik adalah pada sore hari, karena udara lebih tenang dan warna cahaya terlihat lebih hangat. Hindari cahaya matahari terlalu terik sehingga membuat mata dari subyek foto Anda menjadi sipit karena terlalu silau.

    Jika matahari terlalu terik, posisikan agar matahari menyinari dari belakang subyek foto Anda. Memang hal ini akan menyebabkan wajahnya menjadi gelap karena menjadi bayangan matahari yang menyinari dari belakang. Anda dapat menggunakan flash atau blitz atau lampu kilat untuk menerangi daerah yang menjadi bayangan matahari. Anda juga dapat menggunakan reflector atau yang paling mudah menggunakan white board untuk memantulkan cahaya matahari ke bagian yang menjadi bayangan matahari.

    Jika mengambil gambar di dalam ruangan (indoor), gunakan blitz untuk pencahayaan. Anda juga dapat mengambil gambar di dekat jendela yang memiliki pencahayaan lebih terang. Lakukan ini di daerah yang memiliki tembok berwarna putih atau terang, karena akan memantulkan cahaya dari blitz kamera Anda sehingga lebih memperkuat pencahayaan.

Sekarang Anda sudah siap untuk mengambil foto sahabat, anggota keluarga atau pasangan Anda dengan hasil yang lebih baik bahkan bisa menyamai hasil dari fotografer profesional. Selamat memotret!

Kamis, Februari 21

Yang perlu diingat dalam Meraga Sukma

Raga sukma adalah sebuah fenomena spiritual di mana jiwa atau tubuh astral manusia melakukan perjalanan dalam keadaan sadar setelah terbebas atau keluar dari tubuh fisik.

Dalam artikel terdahulu CARA MERAGA SUKMA, disebutkan bahwa sebelum kita melakukan perjalanan keluar dari tubuh untuk berkelana kemanapun yang kita inginkan kita hendaknya mengenali bagian yang paling hakiki, paling inti pada diri kita yaitu roh. Roh ini memiki kesadaran yaitu kesadaran roh. Kesadaran ruh yang pertama kali adalah pengakuan bahwa bahwa pada diri manusia ini ada sesuatu yang sejati, yang disebut dengan AKU SEJATI. Jadi bisa dikatakan bahwa aku sejati manusia itu adalah ruh kita sendiri.

Jadi pada diri manusia itu ada tiga lapis kesadaran yaitu: KESADARAN FISIK, KESADARAN JIWA, dan KESADARAN RUH. Kesadaran fisik muncul akibat aktivitas otak biologis, kesadaran jiwa adalah kesadaran yang lebih tinggi dari kesadaran otak akibat komunikasi intensif antara ruh dan otak. Sementara kesadaran ruh adalah kesadaran yang murni terbebas dari pengaruh otak. Jadi ini adalah kesadaran spiritual tertinggi.

TIDAK ADA CARA LAIN UNTUK RAGA SUKMA KECUALI diam, meneng dalam posisi duduk atau berbaring. Disebut juga MEDITASI. Cara meditasi beragam, silahkan dipilih yang paling disukai. Dalam semua tradisi mistik esoterik, meditasi memiliki istilah tata cara syariat yang beragam. Prinsipnya bahwa dalam meditasi Anda akan mengalami LONCATAN KESADARAN dari kesadaran FISIK menuju kesadaran JIWA. Untuk itu, tahap RAGA SUKMA adalah: diam dalam jangka waktu dengan kata-kata sugesti (mantra) yang Anda yakini mampu mengadakan perpindahan dari kesadaran fisik menuju kesadaran jiwa. Hingga tubuh Anda benar-benar mampu tidur namun jiwa Anda melayang dengan kontrol sadar dari ruhani.

Raga sukma adalah perjalanan kesadaran jiwa menuju ke semua tempat secara sadar. Sehingga untuk meraga sukma harus dihindari perjalanan jiwa yang tidak disadari dan tidak dikontrol oleh kesadaran ruh. Apa ada perjalanan yang tidak disadari ruh? Jawabnya Ada. Yaitu saat seseorang mengalami trance atau kesurupan. Inilah tahap dimana perjalanan jiwa tidak dikontrol sehingga kacau bahkan jiwa bisa tersesat. Inilah bahayanya kalau perjalanan jiwa tidak dikontrol, maka seseorang itu akan mengalami kegilaan permanen.

Kegilaan permanen ini sebenarnya bisa disembuhkan bila kita bisa menemukan kembali kemana jiwa tersebut pergi. Namun sangat sulit menemukan kemana lepasnya jiwa. Sangat sedikit orang waskita yang bisa menemukan jiwa yang tersesat ini agar kembali ke tubuh dan kesadaran fisik seseorang. Celakanya, kadang setelah kita menemukan kembali jiwa dan membawa masuk ke tubuh seseorang sayangnya dia telah mengalami kerusakan jaringan syaraf pusat otaknya.

Jiwa biasanya pergi karena berbagai hal, yaitu masalah cinta asmara, masalah hutang piutang, masalah lain sehingga jiwanya kacau dan tidak dikontrol oleh kesadaran ruhnya. Akibatnya, seseorang tersebut bisa jadi bunuh diri! Sesuatu hal yang harusnya dihindari oleh kita semua. Hanya dengan dekat kepada Tuhan Sang Pencipta, kita semua memohon agar dihindari dari kesulitan dan persoalan yang tidak ditemukan jalan keluarnya.

Salah satu cara memulai raga sukma adalah melalui mimpi saat tubuh kita tertidur. Kenapa melalui mimpi? Sebab mimpi adalah rasionalisasi pengalaman astral atau pengembaraan pikiran seseorang keluar dari tubuh fisiknya dan tidak ada pemeriksaan ulang terhadap proses mental dari kesadaran fisik. Melalui mimpi akan terasa bagaimana jiwa adalah PENGEMUDI sementara tubuh fisik kita adalah KENDARAANNYA.

Jadi sebenarnya, manusia itu mengalami RAGA SUKMA saat fisiknya tertidur. Jadi 90 persen manusia melakukan raga sukma saat tertidur. Sayangnya, dalam raga sukma mimpi kebanyakan orang tidak terkontrol oleh kesadaran ruh sehingga perjalanannya cenderung kesana kemari sehingga tidak mampu dimaknai secara benar.

Dalam raga sukma, tubuh fisik kita masih hidup. Kenapa masih hidup padahal jiwa dan ruh kita sudah pergi meninggalkan tubuh? Ini karena pada diri manusia masih ada TALI JIWA (SURATMA) yang menghubungkan antara ruh dengan jasadnya. Saat seseorang meninggal dunia dan dikubur, mayatnya mulai membusuk maka badan astral atau halus tidak ikut mati. Badan astral ini oleh orang jawa disebut dengan WETHALA. Dalam waktu tujuh hari setelah kematiannya, WETHALA ini kemudian baru pergi dari tubuh mayat yang telah membusuk.WETHALA badan astral dan jiwanya akan tetap terikat pada mayat oleh kekuatan SURATMA selama mayat belum hilang sama sekali. Suratma inilah yang menjaga mayat tidak cepat busuk.

Tali Jiwa atau Suratma ini berwarna perak. Saat Anda sedang berada di luar tubuh fisik, Anda bisa melihat tali perak ini satu ujungnya menempel di tubuh halus dan ujung yang lainnya menempel di tubuh fisik Anda. Tali ini tampak merentang dari kelamin hingga otak. YANG PERLU DIPERHATIKAN SAAT MERAGA SUKMA: JANGAN PERNAH MEMUTUSKAN TALI INI KARENA BERAKIBAT ANDA MENINGGAL DUNIA. BILA ANDA TIDAK BERNIAT MEMUTUSKANNYA, MAKA TALI INI JUGA TIDAK AKAN PUTUS.

Apabila Anda sudah berada di luar tubuh fisik Anda, berarti Anda mampu mengontrol rasa takut. Tidak ada lagi rasa takut, khawatir maupun was-was. Sebab rasa takut hanya ada di kesadaran fisik (otak) yaitu kesadaran manusia yang paling rendah. Bagaimana bila dalam perjalanan astral meraga sukma nantinya akan bertemu dengan makhluk halus? Anda tidak akan ketakutan lagi. Pada prakteknya, saat kita sudah berada di luar tubuh fisik maka kita tidak terlalu sering (jarang) bertemu tubuh halus yang lain. Bisa jadi kita juga bertemu dengan tubuh halus lain namun bisa jadi dia tidak melakukan raga sukma secara sadar. Bisa jadi dia dalam posisi tidur maupun santai yang dia sendiri tidak menyadarinya.

Karena masih dalam taraf belajar, ada baiknya kita membatasi diri dengan tidak neko-neko dan aneh-aneh. Dalam tarafa belajar tidak perlu mengunjungi: SESEORANG YANG TELAH MENINGGAL ATAU TEMPAT YANG TIDAK KITA KENAL SEBELUMNYA. (Ini agar jiwa kita tidak tersesat atau disesatkan. Jangan sampai kita mau untuk diajak ruh orang yang telah meninggal dunia menuju alam kelanggengan dan kita krasan tinggal di sana. Ini nanti akan membuat tubuh fisik kita sekarat atau semaput). Karena kontrol kita masih terbatas, maka berputar-putar dan nikmati bumi saja sesuai keinginan. Kalau Anda belum pernah berkunjung ke London, pergilah ke sana dan nikmati apa yang Anda temui dalam sekejap mata. Tidak usah mengunjungi TOKOH-TOKOH SAKTI baik yang sudah meninggal atau masih hidup. Mereka bisa saja melontarkan tubuh halus Anda ke tubuh fisik Anda sehingga membuat Anda ngos-ngosan gelagapan. Bisa berakibat fatal, Anda tidak akan terbangun dalam jangka waktu lama. Kalau Anda memiliki riwayat sakit jantung, maka bisa jadi Anda meninggal mendadak.

Kalau pada saat Anda meraga sukma kebetulan bertemu dengan tubuh halus lain, biasanya Anda melihat mereka ini tidak berwarna, tidak bercahaya dan pucat. Tubuh halus melayang atau berada di mana saja mampu menembus benda-benda fisik seperti asap atau bayangan. Saat kita menyentuh tubuh fisik seseorang maka kita hanya bisa menembusnya. Mereka tidak akan menyadari sedang kita sentuh. KECUALI ORANG-ORANG YANG MEMILIKI KEMAMPUAN CLAIRVOYANT (kemampuan melihat energi halus) dan KEMAMPUAN CLAIRAUDIENCE (kemampuan mendengar suara dari dimensi lain).

Apabila dalam meraga sukma Anda kebetulan (ini jarang terjadi) bertemu dengan tubuh halus lain. Misalnya MAKHLUK HALUS yang berniat buruk dan jahat maka berlarilah ke lapisan dimensi halus yang lain. Yang perlu Anda cermati, di dimensi gaib ini kita mengenal tujuh dimensi yang menempel pada tubuh halus manusia. Saat makhluk halus mengejar kita, maka kita bisa berlari secepat kedipan mata memasuki dimensi lain hingga dimensi kelima. Hanya pada dimensi keempatlah, makhuk jahat itu mampu mengejar jiwa manusia.

Makhluk halus sebenarnya bisa dikendalikan oleh pikiran dan kemauan manusia. Manusia yang bisa mengendalikan mereka, maka manusia tersebut memiliki kekuatan dahsyat. Mereka mampu kebal senjata apapun, mampu mengendalikan cuaca menghentikan hujan dan mengendalikan petir, mampu pula menjangkau apa yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa. Mereka inilah manusia linuwih dan sakti karena mampu mengendalikan makhuk halus yang berasal dari unsur bumi, unsur air, unsur udara dan api.

Dalam perjalanan astral tingkat tinggi kita bisa menganalisa bahwa semua mahluk halus yang berasal dari alam mempunyai bentuk tubuh mirip manusia dengan ukuran yang berbeda-beda. Mereka memiliki mata, telinga, kaki, tangan, tubuh meskipun bentuknya berlainan. Mereka memiliki kemampuan mengubah dirinya menjadi bentuk lain sesuai dengan keinginan mereka. Makhluk halus ini menempati dimensi astral dan dunia nyata kita. Dari segi jenis, di dunia ini setidaknya kita mengenal 350.000 jenis makhluk halus.

Berbeda dengan manusia yang terdiri dari unsur fisik dan metafisik, makhluk halus tidak diberi Tuhan badan fisik. Jadi mereka melulu bersifat metafisik (gaib). Mereka berdiam diri di bumi tanpa halangan, bergerak cepat di udara. Hidup dengan makanan zat eterik yang ada di bumi. Menyukai bau-bau harum, namun mereka tidak menyukai bau manusia. Oleh karena itu, mereka tidak menyukai hidup di rumah-rumah manusia. Mereka berusia rata-rata hampir sama dengan manusia. Bila mati, mereka lahir kembali melalui proses pembusukan astral. Wallahu a’lam.

Powered By Blogger