Kamis, November 12

KEDAHSYATAN SEDEKAH


Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakanrezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap buliritu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnyahingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!


Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yangdisertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuatperbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik,Rasulullah SAW bersabda, "Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi punbergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telahdiberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikatterheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.


Kemudian mereka bertanya,

'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Muyang lebih kuat dari pada gunung?'

.Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.


Para malaikat pun kembali bertanya,

'Ya Rabbi adakah sesuatu dalampenciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'

.Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.


Bertanya kembali para malaikat,

'Ya Rabbi adakah sesuatu dalampenciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?'.

Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.'


Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?'

tanya para malaikat.

Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.


Akhirnya para malaikat bertanya lagi,

'Ya Allah adakah sesuatu dalampenciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.


Allah yang Mahakaya menjawab,

' Ada , yaitu amal anak Adam yangmengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinyatidak mengetahuinya' .

"Subhanallah....

Wallahu'alam bishawab

Indahnya Kematian ..................


Panggilan

Biarkan aku terbaring dalam lelapku,

kerana jiwa ini telah dirasuki cinta,dan biarkan daku istirahat,

kerana batin ini memiliki segala kekayaan malam dan siang.

Nyalakan lilin-lilin dan bakarlah dupa nan mewangi di sekeliling ranjang ini,

dan taburi tubuh ini dengan wangian melati serta mawar.


Minyakilah rambut ini dengan puspa dupa

dan olesi kaki-kaki ini dengan wangian,

dan bacalah isyarat kematian yang telah tertulis jelas di dahi ini.

Biarku istirahat di ranjang ini,kerana kedua bola mata ini telah teramat lelahnya;

Biar sajak-sajak bersalut perak bergetaran dan menyejukkan jiwaku;

Terbangkan dawai-dawai harpa dan singkapkan tabir lara hatiku.


Nyanyikanlah masa-masa lalu seperti engkau memandang fajar harapan dalam mataku,

kerana makna ghaibnya begitu lembut bagai ranjang kapas tempat hatiku berbaring.

Hapuslah air matamu, saudaraku,

dan tegakkanlah kepalamu seperti bunga-bunga menyemai jari-jemarinya menyambut mahkota fajar pagi.

Lihatlah Kematian berdiri bagai kolom-kolom cahaya antara ranjangku dengan jarak infiniti;

Tahanlah nafasmu dan dengarkan kibaran kepak sayap-sayapnya.


Dekatilah aku, dan ucapkanlah selamat tinggal buatku.

Ciumlah mataku dengan seulas senyummu.

Biarkan anak-anak merentang tangan-tangan mungilnya buatku dengan kelembutan jemari merah jambu mereka;

Biarkanlah Masa meletakkan tangan lembutnya di dahiku dan memberkatiku;

Biarkanlah perawan-perawan mendekati dan melihat bayangan Tuhan dalam mataku,

dan mendengar Gema Iradat-Nya berlarian dengan nafasku….
Powered By Blogger