Kamis, Januari 7

Harga Diri

Dalam hidup dan kehidupan kita sering dinasehati tentang kepemilikan harga diri. tiap manusia yang ada didunia ini pasti memiliki harga diri dan tentunya masing-masing orang selalu menginginkan harga diri yang tinggi.


Dalam proses pertumbuhan dan proses kehidupan kita, ternyata tidak mudah dalam membentuk sikap diri yang positif. Karena kita mungkin mempunyai pandangan yang tidak menyenangkan terhadap diri kita sendiri karena pengaruh komentar teman-teman, ortu, saudara atau orang lain. Bisa juga karena kita merasa gagal, tidak dapat berbuat apa-apa, merasa tidak dapat bertanggung jawab terhadap sesuatu yang ditugaskan, atau tidak bisa berkata jujur dan sebagainya.


Harga diri ini sebenarnya tidak hanya menjadi masalah kita, tapi hampir melanda semua orang di semua tingkatan umur. Harga diri pada tingkat apa pun merupakan pengalaman paling pribadi yang berada dalam inti kehidupan kita. Harga diri adalah apa yang kita pikirkan dan rasakan tentang diri kita sendiri, bukan apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh orang lain tentang siapa kita sebenarnya. Tak seorang pun yang dapat mengendalikan kita dan memercayai kepercayaan dan kecintaan kita terhadap diri sendiri.

Banyak orang yang beranggapan bahwa harga dirinya akan naik jika ia dapat mengekspresikan kemarahannya. Menurutnya, dengan berani marah kepada siapa saja maka orang-orang akan menilainya sebagai seseorang yang keras sehingga setiap orang akan takut dan takluk kepadanya.


Harga diri merupakan penilaian dan penghargaan seseorang terhadap dirinya sendiri. Penilaian orang lain dapat memengaruhi bagaimana seseorang bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Tapi yang terutama adalah penilaian terhadap diri sendiri.


Harga diri yang sesungguhnya adalah merupakan harga diri atas kemuliaan karakter dari kita sendiri kita, yang meliputi keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran, dan kelembutan. Kita dituntut untuk memiliki hal-hal tersebut agar bisa memiliki harga diri yang tinggi yang sesungguhnya. Semuanya itu dapat kita wujudkan melalui pembelajaran setiap hari. Hari-hari yang kita jalani, seharusnya dapat kita jadikan kesempatan untuk mengikis karakter buruk dalam diri kita dan mengembangkan kebiasaan yang baik untuk mewujudkan harga diri yang sesungguhnya. Dengan inilah kita bisa menjadi orang yang benar-benar berharga.


Seorang yang memiliki harga diri akan lebih bersemangat, lebih mandiri, lebih mampu dan berdaya, sanggup menerima tantangan, lebih percaya diri, tidak mudah menyerah dan putus asa, mudah memikul tanggung jawab, mampu menghadapi kehidupan dengan lebih baik, dan merasa sejajar dengan orang lain.


Harga diri tidak dibawa sejak lahir, tetapi memerlukan proses yang dibentuk sejak lahir karena itu dipengaruhi oleh banyak hal sepanjang hidup kita, misalnya, pengasuhan orangtua atau keluarga, pendidikan yang diterima (baik di sekolah ataupun di luar sekolah), pengalaman-pengalaman yang berarti, prestasi-prestasi yang diraih, orang-orang terdekat (baik saudara maupun orang lain), budaya, lingkungan sosial dan masyarakat.


Yang menyedihkan banyak orang mencari kepercayaan dan penghormatan diri ke segala penjuru dunia selain dirinya sendiri sehingga mereka gagal dalam pencarian ini. Kita akan melihat bahwa harga diri yang positif paling baik dipahami sebagai salah satu bentuk dari pencapaian spiritual atau memahami harga diri sebagai suatu kondisi kesadaran. Sehingga kita akan berhenti mengatakan, "Kalau aku memiliki teman yang lebih keren, kalau aku punya pacar lagi, kalau aku mendapatkan penghargaan lagi, kalau aku mendapatkan mobil yang bagus, maka aku akan sungguh-sungguh berbahagia dengan diriku sendiri". Kita akan menyadari bahwa pernyataan itu sangat tidak rasional, maka "semakin banyak" keinginan yang akan mengusik hati kita.


Jika kita mendalami benar hakikat sejati harga diri, maka kita akan tahu bahwa harga diri tidak bersifat kompetitif (persaingan) dan komparatif (perbandingan). Harga diri yang sejati tidak diungkapkan melalui pemujaan diri dengan mengorbankan orang lain atau dengan mengagungkan seseorang jauh lebih unggul dari orang lain atau menyengsarakan orang lain untuk membahagiakan seseorang. Arogansi (kesombongan) dan terlalu mengagungkan kemampuan hanyalah menggambarkan betapa rapuhnya harga diri kita dan bukannya mencerminkan kokohnya harga diri kita.


Sebuah harga diri yang tepat dapat menjadi semacam magnit yang menyedot semua elemen kesuksesan. Harga diri itu semacam magma yang membangkitkan kembali kekuatan dahsyat dalam diri kita. Hanya dengan harga diri yang tepat kita bisa menatap masa depan dengan penuh kebanggaan. kita layak memperoleh kesuksesan.. mari tempatkan harga diri dalam konteks yang tepat...

Sikap Mental Positif

Menumbuhkan Sikap Mental Positif

Rendah hati mungkin adalah sebuah kata yang hampir hilang dari perbendaharaan bahasa kita. Hampir setiap hari kita mendengar atau menyaksikan betapa kita, menunjukkan arogansi kekuasaan atau kekayaan, kehebatan yang kita miliki. Lihat saja slogan-slogan para calon wakil rakyat yang terpampang hampir di setiap sudut kota, di perempatan jalan, dengan gambar yang demikian gagah dan kata-kata yang membuat kita jengah.
Barangkali menjadi sesuatu yang aneh dan ‘langka’ ketika kita menjumpai teman yang selalu menyapa setiap orang tanpa melihat status sosial, mau mengulurkan tangan untuk siapa saja di sekelilingnya tanpa rasa malu atau gengsi.

Kerendahan hati merupakan salah satu indikator dari tingginya kecerdasan spiritual seseorang. Seorang yang tidak bisa menunjukkan sikap atau karakter rendah hati, berarti belum mencapai kedamaian dengan dirinya. Riset menunjukkan, para pemimpin yang berhasil membawa perusahaan atau organisasinya ke puncak kesuksesan biasanya adalah orang yang memiliki integritas, mampu menerima kritik, rendah hati, dan mengenal dirinya dengan baik. Para pemimpin yang sukses ini ternyata memiliki kecerdasan spiritual yang jauh lebih tinggi dari manusia rata-rata. Mereka justru adalah manusia yang rendah hati.

Sayangnya, tidak semua orang mengerti bahwa rendah hati dan low profile itu identik dengan kemajuan dan progressifitas. Karena itu, tidak jarang kita salah memahami logika realitas kehidupan. Agak aneh kalau orang sudah berpendidikan tinggi masih tidak bisa bersikap rendah hati.

Selain kecerdasan dan kemampuan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan, ternyata ada hal mendasar yang sangat berpengaruh bagi kualitas kesuksesannya. Hal mendasar tersebut adalah sikap mental positif. Sikap mental positif sangat erat kaitannya dengan kepribadian yang menarik.

Kepribadian menarik yang membuat mental anda positif :

  1. Fleksibel : Dapat beradaptasi dengan cepat dalam keadaan darurat sekalipun, tanpa kehilangan kendali merupakan ketrampilan yang signifikan dalam mencapaikesuksesan. Dengan bersikap fleksibel, anda mudah beradaptasi dengan lingkungan apapun dan dengan siapapun.
  2. Sopan : Kesopanan merupakan kebiasaan menghargai perasaan orang lain dalam suatu kondisi. Saat ini kesopanan merupakan hal yang langka di tengah-tengah kondisiyang semakin menuntut anda bersikap individual. Padahal kebiasaan sopan akan membuat anda mudah mengontrol diri dan menguasai emosi. Dan sikap ini tentu saja sangat dibutuhkan dalam rangka menggapai kesuksesan.
  3. Toleransi : Toleransi adalah bersikap fair dan menghormati setiap perbedaan apapun, baik opini, tingkah laku dan kebiasaan. Dengan toleransi anda semakin kaya keanekaragaman dunia. Sedangkan semakin tidak toleran, anda semakin tertutup terhadap setiap perbedaan. Dan ini sama saja dengan menutup potensi pikiran anda.Karena anda dapat berkembang diantaranya jika anda siap menerima gagasan dan perbedaan baru.
  4. Humoris : Humor diyakini dapat mengatasi masalah apapun yang melilit kehidupan anda. Karena humor yang wajar akan membuat anda menjadi pribadi yang fleksibel dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi dan lingkungan. Humor membuat anda mudah tersenyum di tengah ketegangan hidup. Hal ini berdampak bagus bagi perkembangan mental anda yang secara tidak langsung mempengaruhi kesuksesan anda.
  5. Rendah hati : Sikap congkak, sombong, dan egois tidak akan ditemukan pada orang-orang yang berkepribadian menarik. Sikap rendah hati membuat anda ‘peduli’ dan mau mendengarkan orang lain. Orang yang rendah hati mudah menghargai orang lain dan akan dihargai orang lain.
  6. Sportif : Bersikap sportif artinya mau berkompetisi secara sehat dan fair. Biasanya orang yang sportif jika menang tidak akan besar kepala dan jika kalah tidak akan mengeluh apalagi menggerutu. Dengan demikian orang lain akan menaruh hormat dan respek kepada anda.
  7. Hangat :Bersikap hangat sebenarnya merupakan ketrampilan yang sederhana. Namun seringkali diabaikan oleh banyak orang. Padahal sikap hangat pada orang lain mencerminkan sikap antusias, percaya diri, dan kooperatif. Hal ini tentu saja merupakan bagian dari hal yang diperlukan dalam rangka mencapai sukses.

Pribadi yang rendah hati memandang bahwa orang lain sebagai ciptaan Tuhan memiliki keunikan dan keistimewaan, sehingga dia senantiasa membuat orang lain merasa penting. Karena sesungguhnya setiap pribadi adalah istimewa. Setiap orang adalah spesial, unik, dan berhak untuk dihargai. Manusia adalah pribadi yang harus diperlakukan khusus. Manusia adalah makhluk yang sangat sensitif. Jika kita meragukan hal ini, lihat diri kita sendiri dan perhatikan betapa mudahnya kita merasa disakiti atau tersinggung.

Segala puji hanya milik Allah, kami memuji, meminta pertolongan, memohon ampun dan
bertaubat kepada-Nya. Kami memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan jiwa -
jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami.

Powered By Blogger