Senin, Maret 15

Law Of Attraction dan NLP

Apapun sebabnya, Anda bukan tanpa sebab sehingga bisa menjumpai tulisan ini. Saya percaya ada suatu kekuatan tarik menarik yang membuat Anda masuk ke sini. Orang barat menyebutnya sebagai Law Of Attraction, kita orang timur dan mungkin juga orang lain akan menyebutnya dengan istilah lain mengenai hal ini…

Apakah LoA Itu?

Jika Anda pernah membaca bukunya Michael Losier “The Law Of Attraction“, maka akan melihat bagaimana Michael Losier membahas LoA menggunakan ilmu NLP (Neuro Linguistic Programming). Ilmu NLP ini dikenal sebagai demistifying tools, yakni alat (perangkat berpikir) yang me-non-mistis-kan sesuatu yang sebelumnya dianggap mistis menjadi gejala sehari-hari biasa. Jika Anda ingin tahu apa itu NLP silahkan baca artikel “Apakah NLP” di bagian akhir blog ini.

Sebagai gambaran yang lebih jelas, silahkan jawab pertanyaan ini :

  • Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi dimana Anda baru melamunkan suatu makanan yang enak, tiba-tiba ada yang mengantarkan (mentraktir, memberi) Anda makanan yang Anda harapkan itu?
  • Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi dimana Anda baru saja membayangkan wajah seorang sahabat sambil mengenangkan manisnya hubungan Anda, dan tiba-tiba sahabat Anda itu menelepon Anda, atau justru tiba-tiba muncul di depan Anda?
  • Pernahkah Anda mengalami suatu kondisi di mana Anda suatu saat pernah berkhayal / berimajinasi / bervisualisasi tentang suatu pergi berkunjung ke luar negeri yang anda inginkan. Tiba-tiba suatu saat Anda mendapatkan bonus liburan dari seseorang / suatu organisasi (kantor Anda, hadiah bank, lucky draw, pemerintah, dll) padahal Anda tidak pernah meminta hal itu pada mereka.
  • Pernahkah Anda mengalami suatu kehilangan benda tertentu, namun Anda meyakini bahwa benda itu tidak benar-benar hilang. Kemudian saat Anda rileks, membayangkan benda itu sambil mengingat gunanya dan merasa bahwa benda itu sangat bermanfaat, kemudian tiba-tiba Anda seperti “didorong” pergi ke suatu tempat tertentu, dan “gubrak”, Anda menjumpai benda itu disitu? Padahal rasanya Anda sudah kesitu sebelumnya, dan bahkan Anda tidak ada dugaan bahwa benda itu disitu.
  • Pernahkah Anda sedang tertarik dan berminat sekali mengenai suatu topik, kemudian saat berjalan di toko buku/perpustakaan tiba-tiba seperti terdorong melangkah ke rak tertentu, dan tiba-tiba ada suatu sampul buku yang seolah meloncat-loncat dan mengundang Anda untuk dibaca. Dan bum…! Buku itu berisi topik yang sedang Anda cari-cari.
  • Pernahkan Anda merasa selalu beruntung karena setiap menginginkan suatu proyek/bisnis, selalu saja ada proyek yang datang, padahal Anda tidak pernah dengan sengaja mengejarnya atau memintanya.
  • Pernahkah Anda sedang menginginkan melakukan sesuatu, (misal ingin menuliskan buku), tiba-tiba ada orang yang mengenalkan Anda ke penerbit, bertemu di suatu acara dan berkenalan dengan seorang editor atau orang yang mengajak menulis bersama, dan ada seorang sekretaris yang menawarkan diri bekerja untuk Anda dalam membantu menuliskan buku itu. Semua terjadi seolah kebetulan dan Anda tidak dengan sengaja mengejarnya dan seterusnya.
  • Pernahkah Anda mengalami rasa yakin yang luar biasa akan mendapatkan tempat parkir di suatu tempat tertentu pada saat tertentu di mall atau di kantor Anda. Dan kemudian betul, saat Anda tiba di tempat itu, Anda mendapatkan tempat parkir di lokasi persisi yang Anda inginkan sebelumnya.
  • Pernahkah Anda ingin sekali berbicara di suatu forum / acara, kemudian Anda membicarakan dengan istri Anda mengenai keinginan itu dan sempat membayangkan beberapa kali. Tiba-tiba saat Anda hadir di acara itu, seseorang yang belum pernah Anda kenal sebelumnya memanggil Anda ke depan dan meminta Anda berbicara mengenai topik yang Anda maksudkan itu?
  • Pernahkah Anda menginginkan menikah umur tertentu misal umur 30 tahun, dengan seorang jodoh yang memiliki karakteristik fisik tertentu, misal berkulit putih dan tidak gendut (maaf, bukan bermaksud SARA). Beberapa kali setelah dewasa, bahkan Anda sudah melupakan hal itu, kemudian anehnya semua usaha pernikahan sebelum umur itu dan dengan orang yang berkarakteristik berbeda menjadi gagal. Lucunya pas umur 30 tahun Anda menikah dengan orang yang berkarakteristik seperti itu.
  • Pernahkah Anda menginginkan suatu barang sedemikian pingin-nya, bukan untuk Anda sendiri, namun untuk anak bayi Anda. Dan pada saat Anda setelah melahirkan, pulang kerumah, ternyata barang-barang itu sudah ada di rumah Anda. Beberapa diberi orang dan beberapa dipinjamin orang, persis seperti yang Anda inginkan.
  • Pernahkah Anda pada suatu ketika tiba-tiba tanpa alasan yang jelas ingin sekali pergi ke suatu tempat tertentu, bahkan Anda sebelumnya tidak pernah secara khusus berada di tempat itu. Dan saat Anda ikuti keinginan itu, ternyata di situ Anda menjumpai suatu kejadian yang Anda memang ingin buktikan bahwa hal itu memang terjadi. Misal Anda menemukan bahwa ada seseorang sedang mencurangi di belakang Anda.
  • Pernahkah Anda menuliskan 100 impian / harapan secara tertulis. Bahkan Anda tidak tahu bagaimana itu akan terwujud, Anda cuma yakin saja bakal terjadi, Anda cuma berkhayal saja betapa indahnya jika kesampaian. Dan beberapa tahun kemudian, saat Anda meninjau kembali ternyata beberapa impian itu sudah terjadi, dan beberapa terus menerus menyusul terjadi.
  • Pernahkah Anda sedang menulis SMS ingin mengundurkan suatu jadual pertemuan dengan seseorang, namun tepat sebelum SMS itu Anda kirimkan tiba-tiba orang itu mengirim SMS atau menelepon Anda meminta jadualnya diundur seperti keinginan Anda?
  • Atau sebaliknya, Anda sedang menelepon orang, atau sedang memberi sesuatu kepada seseorang, atau mendatangi rumah/kantor seseorang, dan lain-lain. Tiba-tiba orang itu mengatakan… “Ya ampun, aduh… saya baru saja membathin / membayangkan hal itu…, kok bisa ya….?”

Nah, kejadian seperti di atas terjadi karena apa? Jika kita perhatikan, bahkan seringkali hal itu terjadi dengan cara kita TIDAK DENGAN SENGAJA MENARIKNYA, atau dengan kata lain bahkan kita tidak MEMINTANYA pada siapapun. Kita hanya berharap itu terjadi ‘entah dengan cara apa’ dan ‘entah bagaimana itu bisa termanifestasi’.

Lha kalau kita TIDAK dengan sengaja meminta KEPADA SIAPAPUN, kenapa bisa terjadi? Inilah yang menarik, inilah yang terus menerus menjadi pertanyaan semua orang. Ada yang menyebutnya kebetulan, keberuntungan, hoki dan sebagainya. Namun hati kecil kita tergelitik, kenapa ini terus terjadi dan terjadi pada begitu banyak orang?

Dari abad ke abad begitu banyak upaya memecahkan misteri ini. Dengan suatu harapan bagaimana jadinya AGAR SAYA BISA MELAKUKANNYA DENGAN SENGAJA DAN BERULANG-ULANG.

Michael Losier mengatakan, “Apapun yang Anda berikan perHATIan, Energi dan Fokus akan membuat itu masuk ke gelembung Vibrasi Anda. Dan akan direspon oleh semesta kembali kepada Anda dalam jumlah yang luar biasa”. Itulah definisi Michael Losier mengenai LoA.

Berbagai ikhtiar manusia

Ikhtiar atau usaha manusia dalam mendapatkan keinginannya bisa dilihat dari dua dimensi. Usaha fisik dan usaha mental (spiritual). Usaha fisik untuk mendapatkan uang kita lakukan dengan bekerja keras dan sebagainya. Usaha mental kita lakukan dengan selalu berdoa, melatih sikap mental positif dalam bekerja dan sebagainya.

Dalam skala yang lebih tidak kasat mata, saya sendiri sewaktu kecil menjumpai orang berikhtiar secara mental/spiritual dalam beragam wujud do’a saat saya sekolah dan belajar mengaji. Saat remaja saya menemui beberapa rekan saya melakukan hal ini dengan mencobanya melalui cara mistik, menggunakan keris dan ajimat ini itu. Cukup beruntung saya tidak mendalaminya, karena merasa tidak berbakat dalam ‘mistik’ ini.

Saat saya cukup dewasa saya bertemu lagi dengan bentuk yang berbeda, yakni dengan cara membuat bola energi (reiki, prana, dll) lantas keinginan kita dimasukkan ke dalamnya dan dilempar ke udara terus dilupakan. Saya juga sempat menjumpai teknik lain yakni dengan cara menurunkan gelombang otak ke kondisi Theta, dimana vibrasi kita pada kondisi optimum, dan lakukan visualisasi dan lainnya di gelombang pikiran itu.

Semua cara itu memiliki klaim sukses dan penjelasannya sendiri-sendiri. Lantas di Tahun 2006 dunia dihebohkan dengan film The Secret. Film The Secret menyadarkan orang akan suatu istilah yang disebut sebagai Law Of Attraction ini, karena disebut sebut bahwa “What is the Secret? The Secret is The Law of Attraction” Sejak itu istilah LoA seolah menempel pada Film The Secret.

Bagi saya istilah LoA hanyalah suatu sebutan saja untuk mempermudah melukiskan (metafora) peristiwa di atas. Boleh saja diberi nama yang lain, istilah yang lain, bahasa yang lain. Terserah kita saja.

Nah, begitu istilah LoA ini bergulir, langsung saja ada banyak orang yang kemudian mengubah mengaitkan nama/merek dari berbagai ilmu mereka dan mengemasnya dalam merek yang sedang ngetop ini “LoA”.

Semua berusaha membuat dan mengklaim bagaimana agar fenomena LoA ini bisa direplikasi. Berbagai macam cara orang untuk menjelaskan dan mengupayakan hal ini.

  • Ada yang berusaha melihat ini dari fenomena mistis. Menggunakan berbagai pendekatan antara lain dari yang menggunakan semacam mantra, herbs, simbol-simbol, mengundang arwah dan sebagainya.
  • Ada yang mendekati secara spiritual (tanpa membawa agama apapun), seperti ajaran Abraham dari Jerry dan Esther Hicks dan seterusnya.
  • Ada yang mendekati dari ajaran agama tertentu, hampir semua agama memilikinya.
  • Ada yang mendekati dengan penggunaan energi seperti reiki, EFT dan sebagainya.

Saya menghargai setiap usaha dari mereka yang mendekati fenomena ini dari sudut pandang manapun. Setiap dari mereka punya hak atas pandangannya, atas kepercayaannya, atas keyakinannya. Dalam menghargai perbedaan saya terutama berusaha dengan tidak menyalahkan pendapat yang berbeda dengan yang saya yakini.

Loa dan NLP

Apakah LoA berhubungan dengan NLP, bisa ya dan bisa tidak. LoA bisa berjalan sendiri tanpa kita mengetahui NLP kok. Lha terus apa hubungan LoA dengan NLP?

NLP adalah ilmu modelling, alias ilmu meniru. Meniru apapun yang dianggap ekselen, apakah berasal dari perilaku dan pengalaman kita atau orang lain. Dengan mempelajari NLP, kita belajar untuk mereplikasi suatu keunggulan supaya selalu bisa direproduksi ulang.

Jadi dengan belajar NLP, dan diarahkan ke LoA, tujuannya adlah supaya kita bisa mengetahui bagaimana peristiwa-peristiwa kebetulan ini bisa terus terjadi dan kita replikasi dengan sengaja dalam kehidupan kita.

Kita mendayagunakan suatu mekanisme di semesta ini yang sementara ini disebut sebagai Law Of Attraction, dengan cara menyelaraskan diri dengan cara kerja LoA itu.

Misalkan:

Dalam hampir semua metode LoA selalu dikatakan bahwa kita perlu memiliki RASA percaya yang kuat, feel good, happy, bersyukur dan berkelimpahan. Lantas banyak pertanyaan kepada saya, bagaimana caranya kita memiliki, melatih, mengemgangkan perasaan-perasaan itu?

Banyak yang belajar mengenai RASA ini mendekati secara keliru. Mereka mengira sudah merasa berkelimpahan, padahal mereka cuman berpikir berkelimpahan. Mereka mengira sudah merasa bersyukur, padahal mereka cuman berpikir bersyukur.

Berpikir tidak sama dengan merasa. Berpikir hanya berada di level kognitif dan alam sadar. Merasa melibatkan emosi dan bawah sadar dimana level vibrasinya amat tinggi.

Nah NLP secara cantik menawarkan berbagai metode untuk mengakses, melatih, menguatkan dan mengalami perasaan ini. Bahkanmemperkuatnya sehinga vibrasinya menjadi lebih tinggi lagi.

Penutup

Bagi saya, LoA saya pahami secara sederhana sekali. Bahwa semua hal bisa terjadi dalam koridor dan atas Ijin Alloh STW / Tuhan YME. Beliau memiliki hak prerogatif untuk mencancel suatu proses yang kita sebut LoA itu atau membiarkannya berjalan terus.

Namun bagi saya, alangkahnya kurang bijaksananya kita apabila kita sendiri yang mencancel proses LoA itu. Meragukan bahwa mekanisme yang (sementara ini) kita sebut LoA, akan mencancel mekanisme itu sendiri. Lebih baik kita percaya bahwa LoA itu memang ada, inilah yang disebut dengan The Art Of Allowing. Semoga saya bisa menuliskannya dalam artikel berikutnya.

Tidak ada komentar:

Powered By Blogger