Senin, Maret 8

Perempuan yang Berhasil Mengalahkan Syaitan!...

Orang mengatakan, bahwa ia adalah perempuan gila. Kata orang, ia tidak mengetahui musim semi...yang ia kenal hanyalah musim gugur dan musim hujan. Sekalipun begitu, perempuan tersebut adalah perempuan kuat yang tidak pernah kehilangan harapan. Entah mengapa, air matanya terus bercucuran seperti hujan.

Dan kebahagiaan terjatuh di hatinya, seperti layaknya daun-daun pepohonan....Ketidak mampuannya ini telah menjadi bahan pembicaraan setiap orang...Itu merupakan pulau kesedihan yang berada di atas dunia ini. Seperti inilah dia hidup...dan seperti inilah dia mati...ia tidak pernah merasakan kehadiran laki-laki di sampingnya. Kedua bibirnya tidak pernah mengucapkan kata-kata. Selain, mengucapkan puji-pujian ke langit yang hampir tidak terdengar. Tidak hanya itu, ia juga sering mengirimkan caci maki ke sana...

Sampai pada suatu malam, berhembuslah angin yang sangat kencang. Setelah itu, terdengarlah deru suara angin ribut yang menggoncangkan alam raya. Ia tidak berani keluar rumah. Malah, ia segera masuk ke kamarnya. Akan tetapi, terdengar suara jeritannya yang sangat kencang di dalam kamar. Dan semuanya itu membuat bangunan rumahnya yang sudah jelek itu seperti hendak runtuh. Perempuan itu menjerit: “Hai Syaitan, semua ini pasti ulah perbuatanmu!”

Ia-pun setengah kehilangan kesadaran!...Kemudian, tembok-tembok di ruangan kamarnya seperti bergerak. Dan nampaklah syaitan seperti ketika ia datang sebelumnya untuk memperlihatkan diri. Karena syaitan tidak akan tuli untuk mendengarkan sebuah permintaan.Syaitan-pun segera bertanya kepada perempuan tersebut: “Apa yang engkau inginkan wahai perempuan?”

Si perempuan tadi menjawab: “Kecantikan...kehidupan...dan harta.” Perempuan tadi mengucapkan kata-kata tersebut dengan mudah. Seakan-akan ia adalah orang yang tengah kehausan di padang pasir dan membutuhkan air. Syaitan-pun kembali berkata: “Apakah kamu tahu apa harga untuk semuanya?” Sang perempuan menjawab: “Ambillah semua harga tersebut. Seperti yang engkau inginkan!”

Syaitan berkata: “Ruhmu akan aku bawa ke neraka jahannam! Karena itu adalah pekerjaanku di dunia. Aku akan berusaha mengumpulkan arwah dan membawanya ke neraka untuk menghidupkan tempat tersebut. Karena aku ingin membuktikan di hari akhir nanti, siapakah yang akan memenangkan perlombaan ini; aku yang duduk di atas singgasana api neraka, atau mereka yang duduk di istana Firdaus?”

Si perempuan tadi berkata: “Berikanlah harta benda dan kenikmatan dunia kepadaku di bumi selama sepuluh tahun. Setelah itu, engkau dapat membawaku kemanapun kamu inginkan...aku tidak takut kepada neraka jahannam..karena aku sekarang tengah berada di dalam neraka Jahannam!” Syaitan menjawab: “Baiklah, kita sepakat. Kamu akan mendapatkan kenikmatan dunia selama sepuluh tahun. Setelah itu, kau akan menjadi milikku.” Akhirnya, syaitan menulis cek dengan darah perempuan tadi. Setelah itu, ia menandatanganinya.

Setelah pembuatan perjanjian selesai, syaitan menyentuh jasad perempuan tadi dengan tangannya. Perempuan itupun merasakan getaran merasuk ke dalam dirinya. Akhirnya, syaitan menunjuk pada kaca lemari dengan jari-jarinya. Perempuan tadi-pun segera berkaca. Maka, terihatlah wajah cantik...seperti bintang...yang...ah.... Ia bertanya-tanya, benarkah kecantikan itu miliknya? Inikah perasaan orang-orang yang memiliki keindahan, kecantikan dan wajah yang menarik?

Perempuan tadi menenggelamkan dirinya dalam kenikmatan hidup...sampai akhirnya perjalanan waktu telah mendekatkan dirinya pada sepuluh tahun perjanjian. Kemudian, terdengar suara lemparan botol di atap yang bercampur dengan air yang terasa semakin bergelombang...akhirnya, syaitan datang kepadanya dengan membawa cek. Ia mengingatkan si perempuan di tempat yang dekat dengan tempat perjanjian dahulu. Kemudian, si perempuan berkata: “Ya, tentu saja aku ingat dan tidak akan pernah lupa....akan tetapi....” Syaitan berkata garang: “Akan tetapi apa?...”

Si perempuan menjawab: “Aku merasakan ada kenikmatan yang hilang dari dalam diriku...” Syaitan berkata: “Apakah masih ada kenikmatan yang belum kamu rasakan?” Si perempuan menjawab: “Kenikmatan ruh...” Syaitan terperanjat dan berkata: “Apa yang kamu maksudkan?” Si perempuan menjawab: “Itu semuanya merupakan kenikmatan. Dan kamu harus mengidzinkan aku untuk merasakannya...sesuai dengan perjanjian yang ada dalam cek...Bukankah engkau akan memberikan seluruh kenikmatan kepadaku dalam kurun waktu sepuluh tahun? Di depanku masih ada dua bulan lagi, sampai aku dapat menyempurnakan masa perjanjian. Terus terang, aku telah bosan dengan kenikmatan sesaat ini. Aku masih merasakan kehausan dan belum mendapatkan kenikmatan secara batin. Berikanlah kenikmatn ruh juga kepadaku dalam dua bulan ini. Setelah itu, engkau boleh mengambil diriku ke neraka...”

Akhirnya, syaitan-pun mengabulkan permintaan tersebut dan berkta: “Ambillah yang engkau inginkan. Sebagaimana yang kamu lihat, aku adalah makhluk Tuhan yang terpercaya dalam melaksanakan syarat-syarat tersebut...” Setelah mengucapkan kata-kata tersebut, syaitan-pun menghilang dan meninggalkan perempuan tadi.”

Setelah sepeninggal syaitan...si perempuan selalu melawatkan hari-harinya dengan shalat malam, menanggalkan kenikmatan dunia dan selalu menggunakan pakaian ibadah. Ia-pun pergi dan melaksanakan fardlu haji dan tenggelam dalam kenikmatan ibadah untuk akhirat kelak. Ia membiarkan dirinya melaksanakan amal salih...dan menjalani kehidupan yang terhormat juga suci....

Sampai akhirnya, selesai sudah waktu dua bulan. Dan syaitan-pun datang menghampirinya. Ia meminta perempuan tersebut untuk menepati janjinya. Akan tetapi, tiba-tiba saja tubuh syaitan menggigil ketika melihat perempuan tersebut...betapa cantiknya perempuan ini...akan tetapi, bukan kecantikan batu meteor yang membakar seperti dulu....dari wajah perempuan itu telah terpancar sinar yang sangat lembut. Sepertinya, cahaya kecantikannya bersumber dari suatu tempat yang sangat agung...ia-pun merasa takut kepadanya...Akan tetapi, tekadnya sudah keras dan ia-pun segera menghampiri perempuan tadi, ia berkata: “Sudah saatnya...mari kita bersama-sama menuju neraka Jahannam!...”

Si perempuan tadi menjawab dengan pasrah: “Marilah...” Tidak ada penolakan baik dalam nada bicaranya ataupun dari hatinya. Akhirnya, syaitan-pun mulai berjalan dengan diikuti oleh perempuan tadi yang berjalan di belakangnya. Sampai akhirnya, mereka sampai di pintu neraka Jahannam. Ketika malaikat Zabaniah menyadari kehadirannya, ia-pun membukakan daun pintunya. Maka, masuklah malaikat penjaga neraka dan mempersilahkan si perempuan untuk mengikutinya di belakang.

Ketika perempuan tersebut menginjakkan kakinya di ambang pintu neraka, tiba-tiba di neraka Jahannam terjadi sesuatu yang sangat menakjubkan. Datang sebuah tiupan angin yang membalikkan lidah api yang menyala-nyala. Malaikat Zabaniah merasakan kegetiran dan ketakutan yang teramat sangat. Syaitan juga ikut tercengang dan kaget melihat peristiwa tersebut. Ia-pun berteriak yang kemudian diikuti oleh teriakan ahli neraka: “Apa ini? Apa ini?....”

Tiba-tiba, tangan para malaikat penjaga surga menyentuh dan mengambil perempuan tadi. Mereka berteriak kepada syaitan: “Perempuan ini adalah milik kami...” Syaitan tidak mau kalah, ia juga ikut berteriak: “Tidak! Dia adalah milikku...dengan cek ini aku dapat membuktikan bahwa dia adalah milikku...lihatlah!!” Para malaikat penjaga surga menjawab: “Kami tidak akan melihat pada cek itu...kami hanya menilai dari arwahnya...ruh yang ia miliki telah ditakirkan untuk masuk ke dalam surga...”

Syaitan berkeras hati, ia kembali berteriak: “Tidak! Ruhnya telah digariskan untuk masuk neraka...ia telah mendapatkan cap dari neraka semenjak sepuluh tahun yang lalu...” Para malaikat menjawab: “Akan tetapi, angin surga telah mencatatnya semenjak dua bulan kemarin...angin inilah yang telah kalian lihat dan seperti badai yang datang untuk memadamkan api kalian...Sehingga, api tersebut tidak dapat menyentuh wajahnya...”

Dengan murka, syaitan berkata: “Berarti, perempuan ini telah membohongiku!” Perempuan itu-pun berteriak. Padahal, pada saat itu ia tengah berada dalam genggaman tangan malaikat: “Aku tidak pernah membohongimu...aku meminta kenikmatan batin...karena hal tersebut sesuai dengan perjanjian waktu itu...bawalah diriku ke neraka Jahannam... Wahai malaikat! Biarkan aku pergi menuju neraka Jahannam....karena aku telah berjanji seperti itu kepada syaitan...bukankah menepati janji salah satu perbuatan yang paling utama? Untuk itu, biarkan aku menepati seluruh janjiku. Dan satu hal yang harus kau camkan syaitan, aku tidak akan pernah mengingkari janjiku...sekalipun dengan kau!...”

Syaitan berkata kepada para malaikat: “Apakah kalian mendengarnya? Perempuan itu adalah milikku...biarkanlah ia bertemu denganku di neraka!” Kemudian, para malaikat menarik tangan perempuan itu dan membawanya ke surga. Mereka berkata: “Seandainya hari kiamat kembali lagi, niscaya kami akan mengembalikannya kepadamu...”

Dengan sinis, syaitan berkata: “Huh...semuanya itu hanyalah permainan logika...kalian bisa saja mengatakan bahwa semuanya itu adalah milikku. Kemudian, setelah itu, kalian dapat menjadikan perkataan tersebut sebagai dalih dan bukti yang berlawanan dariku?! Aku telah membuktikan semuanya itu dengan cek ini...yang berarti aku juga telah membuktikan bahwa ruhnya adalah milikku...”

Para malaikat menjawab: “Iya, benar. Tapi ruhnya yang pertama...akan tetapi, mana ruhnya yang pertama? Aku telah memberimu ruh yang pertama...carilah. Adapun ruhnya yang ini adalah milik kami...marilah, ikutlah bersama kami wahai perempuan suci...”

Perempuan itu-pun berkata: “Ini adalah tindak kejahatan. Karena aku telah mengingkari janji. Mintalah kepada Tuhan kalian agar aku dapat pergi bersama syaitan dan menutupi semua dosa-dosaku yang pertama...

Para malaikat-pun berkata: “Kamu tidak memiliki dosa pertama. Karena semuanya telah terhapus oleh cahaya kesucianmu yang terakhir...” Perempuan itu kembali menjawab: “Maka dari itu, janganlah kalian memasukkan aku pada dosa baru. Penangguhan terhadap cek tersebut tetap harus aku jalankan.” Para malaikat-pun menjawab: “Kamu sudah tidak memiliki urusan lagi dengan perkara tersebut!..Marilah bersama kami...ayolah...”

Syaitan-pun berteriak: “Betapa menakjubkan!...Seorang perempuan terhormat ingin memegang kata-katanya. Maka, seharusnya, kalianlah yang bertaubat. Karena, jika kalian tidak melakukannya, maka kalian telah mendorongnya untuk menjadi makhluk Allah yang hina!...”

Para malaikat-pun menjawab; “Apakah kau telah mengakui bahwa perempuan ini adalah perempuan terhormat! Maka, kemanakah arah perempuan-perempuan terhormat menuju; ke surga atau neraka?”

Dari sini, syaitan sudah merasa terpojokkan. Ia-pun berkata dengan marah: “Celakalah kalian...celaka! Ambillah dia dan pergilah dari hadapanku! Dia hanyalah ruh seorang perempuan...dan bukan beberapa perempuan...pergilah...pergilah ke neraka jahannam...maksudku, surga...! Akan tetapi, aku tidak akan pernah melupakan bahwa ia telah menipuku...Ya...perempuan terhormat ini telah menipuku ketika ia meminta kenikmatan dunia!...”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger