Minggu, Agustus 15

Ada Berapa Wajah dalam Dirimu?

Ada berapa wajah dan jiwa yang kita punya? Apakah seseorang memiliki konsistensi untuk tetap menunjukkan satu wajah atau jiwa sepanjang hidupnya?

topeng1

Kerap kali aku melihat kawan, sahabat yang aku rasa kenal betul tiba-tiba menjadi seseorang yang berbeda, dalam ruang yang berbeda. Aku kira sudah sepenuhnya kenal siapa diri mereka, tetapi dalam ruang yang berbeda, terjadi perubahan. Wajah mereka berbeda, seperti juga jiwanya. Layaknya, mereka seseorang yang baru aku kenal. Inikah adaptasi atau memang tak ada seorang pun yang memiliki satu wajah atau jiwa sepanjang hidupnya?

Lalu, aku melihat diriku sendiri. Apakah tanpa aku sadari, aku pun memiliki perubahan yang demikian? Lisa Febriyanti di satu tempat, berbeda dengan Lisa Febriyanti di tempat lainnya?

Pertanyaan yang lebih jauh lagi, aku, kami, kita, apakah hanya menggunakan topeng sosial, bertingkah sesuai kondisi atau adakah alasan pembenarannya yang lain?

Manusia. Makhluk digdaya yang kuat seperti topan, gemulai seperti angin dan mampu bergerak seperti air. Manusia selalu dalam dialektikanya. Bertumbuh secara fisik, bertumbuh secara intelektual, berkembang dengan pengamalannya dan belajar dari semua hal yang datang padanya. Inikah penyebab perubahan?

Manusia. Dilahirkan untuk hidup secara sosial. Terikat pada keberadaan orang lain. Menggantungkan dirinya pada fungsi orang lain. Yang satu ada untuk memberikan makna bagi yang lainnya, meskipun bukan pada kondisi yang sepenuhnya kita inginkan. Apakah ini yang membuat mereka memiliki banyak wajah. Wajah di tiap kondisi. Jiwa di setiap situasi.

Lalu, jika ada banyak wajah dalam diri, dimana letak kesejatian?

Apakah frasa “Tak ada yang sejati selain perubahan” juga berlaku bagi jiwa?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger