Jumat, Agustus 6

Jikalah Pada Akhirnya...


Jikalah derita akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti dijalani dengan sepedih rasa,Sedang ketegaran akan lebih indah dikenang nanti.

Jikalah kesedihan akan menjadi masa lalu padaakhirnya,Maka mengapa tidak dinikmati saja,Sedang ratap tangis tak akan mengubah apa-apa.

Jikalah luka dan kecewa akan menjadi masa lalupada akhirnya,Maka mengapa mesti dibiarkan meracuni jiwa,Sedang ketabahan dan kesabaran adalah lebih utama.

Jikalah kebencian dan kemarahan akan menjadi masalalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti diumbar sepuas jiwa,Sedang menahan diri adalah lebih berpahala.

Jikalah kesalahan akan menjadi masa lalu padaakhirnya,Maka mengapa mesti tenggelam di dalamnya,Sedang taubat itu lebih utama.

Jikalah harta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti ingin dikukuhi sendiri,Sedang kedermawanan justru akan melipat gandakannya.

Jikalah kepandaian akan menjadi masa lalu padaakhirnya,Maka mengapa mesti membusung dada dan membuatkerusakan di dunia,Sedang dengannya manusia diminta memimpin duniaagar sejahtera.

Jikalah cinta akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti ingin memiliki dan selalu bersama,Sedang memberi akan lebih banyak menuai arti.

Jikalah bahagia akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti dirasakan sendiri,Sedang berbagi akan membuatnya lebih bermakna

Jikalah hidup akan menjadi masa lalu pada akhirnya,Maka mengapa mesti diisi dengan kesia-siaan belaka,Sedang begitu banyak kebaikan bisa dicipta.

Suatu hari nanti,Saat semua telah menjadi masa laluAku ingin ada di antara merekaYang bertelekan di atas permadaniSambil bercengkerama dengan tetangganyaSaling bercerita tentang apa yang telahdilakukannya di masa laluHingga mereka mendapat anugerah itu.

[(Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita,namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur danbersabar.Dan ternyata, derita itu hanya sekejap sajadan cuma Seujung kuku, di banding segala nikmatyang kuterima di sini)

(Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi,namun aku bertobat dan tak mengulang lagi hinggamaut menghampiri.Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam raya,hingga sekarang aku berbahagia)]

Suatu hari nantiKetika semua telah menjadi masa laluAku tak ingin ada di antara merekaYang berpeluh darah dan berkeluh kesah:Andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.

[(Duhai! harta yang dahulu kukumpulkan sepenuh raga,ilmu yang kukejar setinggi langit,kini hanyalah masa lalu yang tak berarti.Mengapa dulu tak kubuat menjadi amal jariah yangdapat menyelamatkanku kini?)--

(Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu kujalani,ternyata hanya sekejap sajadibanding sengsara yang harus kuarungi kini.Mengapa aku dulu tak sanggupbersabar meski hanya sedikit jua?)]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger