Jumat, April 2

KEADAAN PENGHUNI NERAKA


Dahsyatnya siksa Neraka ini disusun untuk mengingatkan kita semuam baik penulis sendiri maupun para pembaca yang budiman. Bahwa hidup kita tidak hanya sekali saja di dunia ini. Setelah mati kita akan dibangkitkan kembali, setelah berada di alam kubur, nanti sesudah hari kiamat kita akan dibangkitkan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan kita selama di dunia.

1. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat dan manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalam laknat itu, tidak akan diringankan siksa dari mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh." (QS.Al Baqarah: 161-162)

Ayat ini merupakan dalil bolehnya melaknat orang kafir secara umum.

2. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, harta benda, anak-anak mereka, sedikitpun tidak dapat menolak siksa Allah dari mereka. Dan mereka itu adalah bahan bakar api neraka." (QS.Ali Imran:10)

3. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala." (QS.An Nisa:10)

Dari Abi Sa'id Al Khudri, bahwa Nabi SAW, menceritakan kepada kami tentang malam ketika beliau melakukan Isra'. Nabi SAW berkata: "Aku memandang, ternyata ada orang-orang yang mempunyai bibir seperti bibir unta dan malaikat ditugaskan untuk memegang bibir mereka. Malaikat meletakkan sebuah batu besar dari api di mulut mereka hingga keluar dari bawah mereka. Mereka menjerit dan berteriak. Maka aku berkata, 'Ya Jibril, siapakah mereka ini? Jibril menjawab, 'Mereka ini adalah orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim." (HR.Ibnu Jarir & Ibnu Abi Hatim)

4. Allah Ta'ala berfirman: "Kalau kamu melihat ketika malaikat mencabut jiwa orang-orang yang kafir seraya memukul muka dan belakang mereka dan berkata: "Rasakan olehmu saksa neraka yang membakar, tentunya kamu akan merasa ngeri." (QS.Al Anfal:50)

Ada yang mengatakan, punggung mereka dipukul dengan cambuk besi. Ini adalah dalil bahwa ketika mencabut nyawa orang kafir, malaikat memukulinya dan mengatakan hal itu, meskipun kita terhalang untuk melihat dan mendengarnya.

Para ulama berselisih tentang waktu pemukulan. Ada yang mengatakan disaat kematian malaikat memukul mereka dengan cambuk api dan ada yang mengatakan peristiwa itu terjadi pada hari kiamat ketika mereka dibawa ke neraka.

5. Allah Ta'ala berfirman: "Adapun orang-orang yang celaka, maka tempatnya di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan nafas dan menariknya dengan merintih. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang lain. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki." (QS.Hud: 106-107)

Menurut Az Zajjaj, Az Zafir, artinya rintihan yang sangat keras. Disebutkan dalam Zaqdhatu Ulil I'tibar, bahwa ahli bahasa dari Basrah dan kufah berpendapat "Zafiir" adalah awal suara keledai, dan "syafiiq" adalah akhirnya. Ada juga yang mengatakan "zafiir" keledai dan "syahiiq" suara bagal. Ada yang berpendapat "zafiir" suara yang keras dan "syahiiq" suara yang lemah. "Zafiir" mengeluarkan nafas dan "syahiiq" menariknya. Ada yang mengatakan "zafiir" dari dada dan "syahiiq" dari tenggorokan. Ada yang mengatakan "zafiir mengulang-ulang nafas didalam dada, karena kerasnya dada hingga tulang rusuknya bengkak. Sedangkan "syahiiq" adalah nafas yang panjang dan menarik nafas ke dada. Maksud keduanya ialah menunjukkan kesusahan dan kesedihan mereka yang sangat dan menyamakan keadaan mereka dengan orang yang jantungnya panas.

Menurut Al Lait, zafiir ialah bila sseorang menarik nafas panjang dalam keadaan sedih dan menghembuskannya. Sedangkan syahiiq adalah mengeluarkan nafas itu.

Para akhli berselisih banyak tentang makna penentuan waktu dan pengecualian ini, karena telah diketahui dengan dalil-dalil yang qath'i tentang kekalnya siksa atas orang-orang kafir di neraka.

6. Allah Ta'ala berfirman: "Dan orang-orang yang berusaha bermaksud menentang ayat-ayat Kami dengan melemahkan kemauan untuk beriman, mereka itu adalah penghuni neraka." (QS.Al Hajj:51)

Penjelasan: orang-orang yang berusaha membatalkannya dengan mengatakan: Al Qur'an itu syair, sihir, dongeng orang-orang terdahulu, atau untuk membaca, bukan diamalkan dengan menganggap hal itu akan melemahkan Allah, adalah penghuni neraka.

7. Allah Ta'ala berfirman: "Tinggallah dengan hina di dalamnya dan janganlah kamu berbicara dengan Aku (Allah)." (QS.Al Mu'minuun:8).

Penjelasan: Diamlah di neraka Jahannam dalam keadaan hina dan jangan berbicara langsung atau dengan maksud keluar dari neraka atau dalam rangka menghilangkan siksaan. Hasan mengatakan, itu adalah perkataan terakhir yang diucapkan oleh penghuni neraka. Setelah itu hanyalah rintihan dan jeritan seperti lolongan anjing.

8. Allah Ta'ala berfirman: "Bahkan mereka mendustakan hari kiamat. Dan Kami menyediakan neraka yang menyala-nyala bagi siapa saja yang mendustakan hari kiamat. Apabila mereka itu melihat neraka dari tempat yang jauh, mereka mendengar kegeramannya dan suara nyalanya." (QS.Al Furqaan:11-12)

Diriwayatkan dari seorang sahabat, bahwa Nabi SAW bersabda: "Siapa yang mengatakan tentang aku apa yang tidak aku katakan atau mengaku anak seorang yang bukan ayahnya dan mengaku tuan yang bukan tuannya, biarlah ia menduduki tempatnya di antara kedua mata jahannam. Dikatakan: "Ya Rasulullah, apakah jahannam mempunyai mat?" Nabi SAW menjawab: "Ya' Tidakkah kalian mendengar Allah berfirman, "Apabila neraka itu melihat mereka dari tempat yang jauh?" (HR.Abdun bin Humaid & Ibnu Jarir)

9. Allah Ta'ala berfirman: "Kepada mereka ditampakkan neraka pada pagi dan petang." (QS.Al Mu'min:46)

Dari Ibnu Umar ra. Bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya seseorang dari kamu apabila mati akan ditunjukkan tempat duduknya di waktu pagi dan petang. Jika termasuk penghuni surga, maka iapun masuk surga. Dan jika termasuk penghuni neraka, maka iapun masuk neraka. Dikatakan kepadanya, 'Inilah tempat dudukmu hingga Allah membangkitkanmu pada hari kiamat." (HR.Syaikhain)

10. Allah Ta'ala berfirman: "Dan ingatlah hari ketika musuh-musuh Allah digiring ke dalam neraka, lalu mereka dikumpulkan semuanya." (QS.Fushilat:19)

Penjelasan: Orang pertama dari mereka ditahan hingga tersusul oleh yang terakhir dan berkumpul. Ketika mereka datang ke situ, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka bersaksi mengenai kemaksiyatan yang mereka kerjakan di dunia.

Ada beberapa pendapat mengenai kesaksian ini:
Pertama, bahwa Allah Ta'ala menciptakan pemahaman, kemampuan, dan ucapan kepadanya sehingga bisa bersaksi sebagaimana orang bersaksi atas apa yang diketahuinya. Kedua, bahwa Allah Ta'ala menciptakan suara dan huruf dalam anggota tubuh itu yang menunjukkan makna-makna itu. Ketiga, menampakkan dalam anggota-anggota itu keadaan yang menunjukkan timbulnya amal-amalny dan tanda-tanda itu dinamakan kesaksian.

11. Allah Ta'ala berfirman: "Dan mereka berkata kepad kulit mereka, 'Mengapa kamu menjadi saksi bagi kami?' Kulit pandai berkata, telah menjadikan kami pandai pula berkata, dan Dia- lah yang menciptakan kamu pada kali yang pertama dan hanya Kepada-Nyalah kamu dikembalikan'. Kamu sekali-kali tidak dapat bersembunyi dari persaksian, pendengaran, penglihata, dan kulitmu terhadapmu bahkan kamu mengira bahwa Allah tidak mengetahui kebanyakan dari apa yang kamu kerjakan. Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka terhadap Tuhanmu. Dia telah membinasakan kamu maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi. Jika mereka bersabar menderita azab, maka merekalah tempat mereka dan jika mereka mengemukakan alasan-alasan, maka tidaklah mereka termasuk orang-orang yang diterima alasannya." (QS.Al Fushilat:21-24)

12. Allah Ta'ala berfirman: "Kemudian masikkanlah dia k dalam api neraka yang menyala-nyala. Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta. Sesungguhnya dia dahulu tidak beriman kepada Allah Yang Maha Besar. Dan dia tidak mendorong orang lain untuk memberi makan orang miskin. Maka, tidak seorang temanmpun baginya pada hari ini disini. Dan tiada pula makanan sedikitpun baginya kecuali orang yang berdosa." (QS.Al Haaqqah:30-37)

Para akhli tafsir mengatakan, rantai itu terdiri atas lingkaran-lingkaran yang teratur, setiap lingkaran masuk dalam lingkaran lain. Allah lebih tahu ukuran hasta mana yang dimaksud.. Ada yang mengatakan ukuran hasta malaikat. Menurut Nuuf As Syaami, setiap hasta panjangnya 70 depa dan setiap depa lebih jauh daripada jarak antaraengkau dan Makkah. Pada waktu itu Nuuf berada di Kufah.

Muqatil mengatakan, seandainya sebuah lingkarannya diletakkan di atas puncak sebuah gunung, niscaya gunung itu meleleh seperti timah meleleh. Menurut Ibnu Juraid, tidak ada yang mengetahui besarnya, kecuali Allah. Suwaid bin Abi Najih, menuturkan bahwa semua penghuni neraka berada dalam rantai itu.

Ghislin, ialah darah dan nanah penghuni neraka yang tercuci dari badan mereka. Ahli bahasa mengatakan, ghislin adalah cairan yang mengalir dari luka ketika dicuci. Sedangkan menurut Ad Dhahhak dan Rabi' bin Anas, itu makanan yang di makan penghuni neraka. Demikian pula menurut Qatadah, itu adalah makanan yang paling buruk. Sementara Ibnu Zaid berpendapat, tidaklah mengetahui hakekatnya, kecuali Allah Ta'ala. Ibnu Abbas mengatakan, ghislin ialah darah, air, dan nanah yang mengalir mengalir dari daging mereka.

Dari Abi Sa'id Al Khudri dari Nabi SAW, beliau bersabda:
"Andaikata setimba ghislin ditumpahkan di dunia, niscaya busuklah bau penghuni dunia." (HR.Hakim)

Disebutkan dalam "Yaqdhah Ulil I'tibar" sebagai komentar, bahwa untuk mempertemukan antara ini dan firman-Nya: 'Illaa min dharii' (kecuali dari pohon yang berduri) dan firman-Nya, 'Az zaqqum': "Tidaklah mereka memakan dalam perut mereka, kecuali api." Maka boleh jadi makanan mereka adalah semua itu atau siksaan itu bermacam-macam da orang-orang yang disiksa ada berbagai tingkatan. Diantara mereka ada yang makan ghislin, ada yang makan pohon berduri, ada yang makan zaqqum, dan ada makan api.

13. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya neraka jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai. Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas. Mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya. Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula mendapat minuman. Selain air mendidih dan nanah. Sebagai pembalasan yang setimpal." (QS.An Naba':21-26)

Penjelasan: Jahannam adalah tempat para penjaga neraka mengintai orang-orang kafir untuk menyiksa mereka da alamnya atau neraka itu sendiri mengintai orang-orang kafir yang datang kepadanya.

Al Wahidi mengatakan, menurut para ahli tafsir 80 tahun lebih sedikit, setahun sama dengan 360 hari dan sehari sama denga seribu tahun dari penghuni dunia. Maksud ayat ayat itu adalah untuk menguatkan, bukan taqlid. Hasan berkata, "Demi Allah, tidaklah lewat masa itu, melainkan disusul oleh masa lainnya untuk selama-lamanya."

14. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang musyrik akan masuk ke neraka Jahannam, mereka kekal da dalamnya, Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk." (QS.Al Bayyinah:6)

Dhahir ayat itu bersifat umum. Ada yang mengatakan mereka adalah orang-orang yang hidup di zaman Rasulullah SAW. Yang pertama lebih tepat. Dalam ayat itu ditunjukkan bahwa ancaman terhadap ulama yang buruk lebih besar daripada ancaman orang awam. Itulah sebagian keadaan golongan penghuni neraka.

Mudah-mudahan catatan note ini bisa menjadi cermin bagi kita semua, mengingatkan kepada kita agar segera bertobat dan kembali jalan yang benar, sesuai Al Qur'an dan sunnah Rasulullah SAW......

Barade ka Naraka? mangga wae...pribados mah bade ka surga wae...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Powered By Blogger